Sehari sebelum meninggalkan Amerika, 19 April di Katedral St Patrick, New York, Sri Paus mengadakan misa, berdoa bagi umat Katolik, gereja, dan dunia bersama 2500 umat. Enam hari kunjungan ke Amerika ini juga dinilai banyak orang sebagai kunjungan bersejarah. Bahkan ditengah Sri Paulus Benediktus XVI, berani berkata dan bersikap jujur, mengakui juga menerima kesalahan sekaligus bertanggung jawab secara moral, perihal perilaku Pedofil para Imam gereja di AS, skandal kejahatan yang dinilainya amat sangat memalukan.
Secara pribadi Paus Benediktus menentang perang Irak dan mendukung upaya dialog kepada Iran serta mendukung berdirinya negara Palestina, ditengah-tengah sikap tegas Vatikan yang menjadi partner AS dalam upaya memerangi Terorisme.
Tak ubahnya sebagai pemimpin agama dunia lainnya, misi perdamaian adalah tujuan utama dari kunjungannya ini ke negara bebas. Seperti yang di muat Kompas, Paus Benediktus juga dianggap membawa ‘Obat’ bagi AS yang dianggap ’Sakit’ dalam aspek religius sebagai negara terkuat dan menganut paham kebebasan.
Mungkin kunjungan Paus Benediktus kali ini tak ada hubungannya dengan situasi Politik Amerika yang memanas baru-baru ini. Tapi paling tidak peperangan antara Obama dan Clinton cukup nyata membuat kondisi massa terbawa suasana dalam peperangan SARA. Ditambah lagi posisi partai Republik saat ini dinilai telah membawa Amerika ke dalam kubangan leumpur kebencian Dunia akibat kebijakan politik luar negerinya.
Kita semua tahu dan semakin mengerti bahwa perang dingin Amerika (baca: barat) dan Islam semakin memanas pasca serangan teroris 9/11. Ditambah lagi situasi yang tidak jelas di Irak, bertambah buruknya kondisi politik dan diplomasi terhadap Iran, Afghanistan yang masih bergejolak, pembunuhan Benazir Bhutto, serta beredarnya Filem FITNA oleh anggota partai sayap Kanan, tentu saja semakin membuat dunia diambang krisis konflik global.
Mungkin saja Paus Benediktus juga mengkhawatirkan hal-hal tersebut.
Pada kenyataannya sebebas apapun Amerika, nilai-nilai Katolik dan Kristen cukup kental mempengaruhi watak-sifat negara dan masyarakatnya. Yang pada Bulan November 2008 akan melakukan proses peralihan kekuasaan Politik. Yang berarti kekuasaan George Bush-sebagai Born again Chritianity-dari sayap kanan konservatif–yang anti aborsi akan mengalami krisis tidak terpilihnya kembali. Dan menjadi babak baru bagi pihak Demokrat yang ‘dianggap’ dalam banyak prinsip dan kebijakannya tidak sesuai dengan ‘moral’ dan nilai-nilai religius, semisal pro aborsi-pro choice. Untuk kemungkinan tersebut, Paus Benediktus merasa berkewajiban bertandang dan melakukan ‘misi perdamaian’nya serta merayakan ulang tahunnya bersama Bush, pemimpin imperialisme dunia dan kelompok pendukung setia Neoliberal.
Semoga obat yang dibawa Paus Benediktus mujarab!.
kita doakan saja. semuga membawa kebaikan
OOT : btw ternyata mas andri yang di blogspot
kirain siapa.
kenapa mas blogspotnya? error yakz saya juga beberapa hari ini susah buka blogspot ndak tau napa
Blogspotnya nggak apa-apa, tapi blogspot yang di akses dari RI kayanya masalah tuh.
Kaget ya Rul, ya yang di blogspot itu saya juga.
Jurnal Native Land di WP biar memudahkan pengguna yang pake WP, konon kalo pake WP komen di Blogspot rada-rada susah, nah demi kebebasan informasi-JNL juga ditayang dengan kemasan WP